Ketika Anak-Anak Berkreasi #2 – Menang Bukan Berarti Menjadi Nomor Satu

Di hari ulang tahunnya yang ke enam, Iman mengikuti lomba mewarna yang kebetulan diselenggarakan di Taman Safari Indonesia 2 Pandaan, dan kebetulan itu adalah hari ulang tahunnya dan kebetulan lagi Iman sangat menyukai kegiatan menggambar (padahal sebenarnya ini adalah lomba mewarna). Di area pertunjukan Dolpin acara lomba ini diselenggarakan dan diikuti oleh ratusan anak di seluruh Jawa Timur.

20120227-113806.jpg
(kolam si Dolphin)

Kebetulan acaranya diselenggarakan di hari minggu, dimana hari minggu adalah hari libur sedunia dan para orang tua dengan suka cita mengantarkan anak-anak berekreasi sekaligus berkreasi mengikuti lomba mewarna untuk anak-anak seusia Taman Kanak-Kanak dan hadiahnya pun lumayan gede. Acaranya sungguh meriah dan para orangtua duduk berjajar memenuhi area penonton, penuh berrwarna-warni pakaian berasal dari segala penjuru daerah.

20120227-113858.jpg

Tiba saatnya perlombaan dimulai, dan ratusan anak mulai
menggoreskan crayonnya diatas kertas bergambar singa sang maskot Taman Safari, para orangtua tampak gelisah dan harap-harap cemas agar si anak menjadi juara satu dan mendapatkan hadiah yang dijanjikan. Tak sedikit para orangtua berbisik dan mengawasi, mendikte bahkan cukup antusius memberi instruksi warna apa dan teknik apa yang harus digunakan si anak agar si anak dapat memperoleh juara (meskipun hal ini dilarang dan menjadi tata tertib yang harus dipatuhi selama perlombaan).

Cukup susah memang mengatur orang tua yang berambisi seperti itu.. Heheh.. akupun termasuk orang tua, tapi entah hal itu jauh dari ambisiku.. 😉

20120227-113937.jpg

Aku mengamati ketenangan Iman dalam menggambar dari jarak yang sangat jauh hingga aku sama sekali tak melihat dimana tempat duduk Iman saat itu karena memang semua anak berpakaian sama dan hampir sama kecilnya (semua nyaris kecil-kecil).
Dengan tenang dan sabar (itulah gayanya saat Iman mengerjakan sesuatu) dan kadang tak peduli dengan lingkungan sekitarnya yang kacau dan ramai dia mulai menggoreskan warna-warna kegemarannya (biru menjadi warna favorit menurut pengakuannya).

20120227-114013.jpg
(Si adik Erja, dengan sabar dan senyum menunggu hingga acara selesai meski cuaca panas dan keringat bercucuran dari keningnya)

20120227-114056.jpg

Waktu sudah hampir habis dan harus dikumpulkan segera, Iman mengayunkan tangan dengan senyum menandakan telah selesai dan Iman menunjukkan kertas gambar yang telah diwarnainya. Memang gaya mewarnanya adalah gaya dia sendiri, sangat berbeda dengan gaya mewarna anak-anak yang lain yang memang mengikuti sanggar mewarna dan sangat profesional dengan perlengkapan dan gayanya.. Hmm.. Aku cukup kagum dibuatnya, anak-anak zaman sekarang pandai mewarna dan menggambar sangat berbeda dengan masa kecilku dahulu yang tidak pernah mengenal perlombaan semacam ini.. ;(… 😉

Yang membuatku kagum ada seorang anak yang sangat mahir menggoreskan warna, gradasi dan perpaduan warna, sangat literatur sekali (dan akhirnya memang si anak ini yang juara satu, hebat!.. ;)). Sang mama dan papa pastilah bangga dengan prestasi si anak ini.. Selamat ya.. 😉

20120227-114126.jpg
(“Hai Mama.. Ini lo gambarku…”)

Tibalah saat pengumuman yang sebelumnya semua pengunjung dan pesereta lomba dihibur oleh pertunjukan dolpin yang sangat menawan.
Aku melihat ada satu pengharapan dari Iman untuk menjadi juara dan ternyata memang dia nggak masuk nominasi, aku melihat ada sedikit pertanyaan muncul di raut mukanya.. (dalam hati aku bertanya apakah anak sekecil dia sudah merasakan kekecewaan yang berarti?) dan memang dia sudah merasakannya, lalu bertanya padaku ‘Ma, kenapa kok aku nggak menang?.. Gambarku nggak bagus ya?’.. Lalu aku tersenyum padanya.. ‘menang itu bukan berarti harus juara satu, naik podium, deberi piala dan ucapan selamat lalu difoto-foto seperti itu.. Dan gambar mbak Iman bukan berarti nggak bagus, gambar mbak Iman bagus sekali, mbak Iman hebat dan mama seneng sekali liat gambar mbak Iman tadi.. Itu yang mewarna mbak Iman sendiri kan?’ Jelasku.
‘Tahu nggak mbak Iman itu hebat.. Dan mbak Iman sudah juara satu menurut mama, papa dan adik.. ‘ Lalu kita meninggalkan arena dengan senang dan melanjutkan rekreasi dengan berenang dan menikmati wahana di Taman Safari yang diidamkannya.

20120227-114205.jpg
(berfoto setelah lomba, Iman memang anak nomor satu dan yang kedua adalah Erja.. :))

Di tengah perjalanan pulang tiba-tiba Iman bilang ‘menang itu seperti Cars ya Ma?’ aku sedikit berpikir dengan ucapannya dan seperti memutar balik film animasi Pixar kegemarannya yang telah kita tonton berulang kali dan memang mengandung makna kemenangan yang sesungguhnya. Si Lightening bisa saja menjadi juara satu hanya tinggal beberapa meter lagi, tapi bukan seorang jagoan jika dia terus melajukan mobilnya sementara rekan satu arenanya terpelanting jauh karena ulah pecundang si Dinoco dan pada akhirnya si Lightening mendapatkan kemenangan yang mutlak, mendapat semuanya tanpa terduga dan menjadi juara yang sesungguhnya meskipun nggak mendapat juara satu, naik podium dan mendapat piala.. 🙂

‘Betul!’ jawabku dengan semangat..
Aku bersyukur dia mengerti arti kemenagan yang sesungguhnya.

20120227-114251.jpg

Menang bukan berarti nomor satu, juara nggak harus naik podium mendapat piala. Dan sesampai dirumah Iman memberi piala padaku sebuah gambaran dan ucapan sayang untuk keluarganya…

We love you too Iman.
Always being the winner, the truly winner!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s