Ketika Hujan dan Angin Bersepakat Datang

20121210-150031.jpg

Saat menggambar memang benar-benar terjadi hujan dan angin, kuambil kertas dan pensil lalu mulai kugambar keadaan sekitar. Dan hasilnya memang beda jauh dari keadaan sebenarnya, yang sama adalah hujan dan anginnya saja (tampak coret-coretan dengan tema kertas yang sudah kecoklatan karena terkena air hujan plus ledok *tanah lumpur dalam bahasa jawa.

Eh tapi, aku punya satu puisi saat gambar ini sedang diproses, begini bunyi puisinya.. 😉

Suatu kali aku lupa siapa diriku dan aku berubah menjadi monster atau mungkin zombi bagi sekitarku.
Manakutkan, sadis, berambisi, dingin dan tak berperasaan.. itu menakutkan.. bahkan bagi diriku sendiri.
Aku mendapat caci maki hinaan dan perasaan gundah gulana..
Beruntunglah aku terbentur tembok, jidatku biru dan aku merasa kesakitan..
Lalu tiba-tiba aku tersadar terpaku dicermin, betapa aku menjadi sangat menjijikkan dan menakutkan..
Aku berteriak memekik karna kupikir bayangan itu adalah setan gentayangan, eh ternyata itu adalah bayanganku!
Aku menangis merobek mukaku sendiri karena aku nggak mau menjadi jelmaan yang menakutkan. Lalu kurobek muka itu..
Kukuliti wajah seram itu..
Hingga telanjang dan penuh luka..
berhasil kudapati diriku masih utuh..
Aku mulai tersenyum karna kulihat dengan indahnya menjadi diriku lagi..

Be strong.. Be you!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s