Jangan Menyampah Sembarangan

Hari ini kita pergi ke salah satu taman rekreasi di kota Malang, letaknya tidaklah seberapa jauh tapi cukup memakan waktu selama 2 jam perjalanan untuk sampai tujuan..
Kenapa? Karena hari ini adalah hari libur, semua warga ingin pergi ke tempat wisata saat liburan (apalagi kebetulan semua anak sekolah mendapat tiket promosi gratis dari taman rekreasi tersebut, meskipun orang tua yang mengantar tetap harus membayar dans emua sekolah menganjurkan untuk memanfaatkan momen tersebut)..
Alhasil jalanan macet padat merayap, bukan karena jalannya yang sempit tetapi karena tidak ada lagi toleransi antar pengguna jalan, mereka semua ingin sampai lebiih awal, mereka semua kurang patuh rambu-rambu, mereka semua tidak sabar karena panasnya kota dan mereka semua sudah merasa jalan adalah hak mereka menggunakan seenaknya.. (Sedikit curhat, mungkin itu akibat mendapat SIM bajakan).

Oke.. setelah perjalanan panas panjang yang melelahkan selama hampir dua jam akhirnya sampai ke tempat tujuan..
Sebelum sampai tiket pintu masuk kita dihadang oleh pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya tepat dijalan umum menghadang para pengguna jalan, loketpun mengular dan ada saja yang menyerobot, itulah pemandangan umum di negara kita.. Saat kondangan pun kebanyakan ibu-ibu menyerobot untuk mengambil jatah makanan gratis karena takut gak kebagian, mereka nyerendel dengan bawaan piring penuh makanan dan sangatlah hebat karena mereka selalu bisa menghabiskan seluruh makanan yang dihidangkan.

Kita memasuki taman rekreasi yang semestinya memang tempat rekreasi dari kebisingan kota, ruwetnya tata kota atau sebagai relaksasi terpapar polusi..
Tapi apa nyatanya?…

Ternyata kita berada di taman sampah, setiap langkah kaki kita bertemu sampah plastik bekas makanan, kertas sisa pembungkus nasi, gelas plastik sisa minuman berserakan dimana-mana, pot tanaman beralih fungsi ganda sebagai tempat sampah.
Satu keluarga bersantai duduk di rumput hijau yang sejuk semestinya.. tapi mereka bahkan tak menyadari santai bersama sampah yang berserakan disekitarnya bahkan mereka menambah tumpukan sampahnya.
Ribuan orang berada disitu, ribuan sampah berserakan di tempat itu, ribuan orang itupun terbiasa dengan sampah disekitarnya.. Oh kita berada ditaman sampah!
Mereka tak merasa terganggu, mereka tak merasa peduli bahkan mereka memang merasa berada ditempat sampah raksasa karena mereka bebas membuang sampah dimana-mana! sampah merusak pemandangan taman rekreasi yang seharusnya menyenangkan.

20130922-203306.jpg

20130922-203343.jpg

20130922-203409.jpg

20130922-203435.jpg

20130922-203457.jpg

Mungkin penting bagi pemilik taman rekreasi memberikan kantong sampah saat pembelian tiket masuk untuk mengingatkan agar mereka membuang sampahnya sendiri dikantong itu (karena mereka sangat perlu untuk selalu diperingatkan) dan ikut peduli untuk tidak menyampah sembarangan untuk tidak menjadikan dirinya seperti sampah, tidak menjadikan taman atau kotanya menjadi tempat sampah umum. Karena banyak dari kita kurang sadar bahwa kita tidak hidup di kota sampah, menjadikan malu setiap orang yang membuang sampah sembarangan.
Sampah memiliki efek jangka panjang yang akan merugikan kita sendiri, orang lain dan jaring-jaring kehidupan didunia ini, jadi sebelum kita mengurusi hal besar lainnya, coba lihat sampah disekitar kita, dan apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya?

We are life in the waste land!
So sad.. ;(

Sampah adalah seperti hal remeh tapi sampah akan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya..
So please.. Do not litter!
Keep clean! Wise to your waste!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s