Quite Time

Dan malam itu saat gerimis saja yang bercerita, aku mendengar dengan diam.

Adalah dia yang menyodorkan secangkir kehangatan, sedikit manis sekaligus pahit.

Sebuah kenangan lewat begitu saja seperti mobil yang melintas diseberang sana.

Kilatan lampu kota dan surutnya kemacetan menandakan malam telah datang..

Aku berdiam memandang sebuah cangkir terisi separuh penuh melelehkan letih, melihat senyummu dari balik jendela.

Kamupun menatap hangat menghampiri menembus dinding berkelebat dingin.

Kutahan nafas menghirup angin yang dingin aroma bunga dan tanah..

Kamupun berlalu begitu cepat dan begitu saja.

………………..

Cangkir ini telah kosong…

Tersadar akan lamunan tentangmu, Saat seseorang berdiri tepat didepanku berbisik lembut dengan ramah menyodorkan senyum dan sebuah kertas bertuliskan deret angka beserta sebuah ucapan terimakasih.

Begitu saja..

Advertisements