My Puree

Warnanya indah teksturnya lembut.. Nikmat dan disuka bayi untuk pengalaman pertama makannya.

Labu adalah makanan yang paling disukai karena dia lembut, manis dan nikmat kaya vitamin dengan warna yang memukau.

Untuk membuat puree cukup di kukus lalu disaring atau diblender ditambahkan air matang ataupun ASI untuk usia 6 bulan hingga 7 bulan. Saat telah berumur 8 bulan boleh dikombinasikan dengan unsalted butter, extra virgin olive oil, coconut milk dan kaldu ayam/daging sayuran. Akan menambah variasi rasa dan tambahan lemak yang berselera.

Puree pun boleh dikombinasikan dengan nasi saring dan tambahan 2 atau tiga bahan sekaligus.

Gunakan hanya bahan berkualitas atau organik untuk menghindari banyaknya pestisida atau rekayasa genetik. Tambahkan hanya penyedap alami seperti daun seledry, oregano, thyme, kayumanis, cengkeh dan pala alami bukan perasa buatan.

Selamat bersenang-senang dengan anek makana penuh warna dan bayi mama.. ๐Ÿ˜˜

Advertisements

Biskuit Pisang Pertama

Biskuit pisang tak hanya bayi, dewasapun senang

Anak ketiga telah berusia 8 bulan, saat ini ketertarikan dengan lingkungannya adalah memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Mungkin itulah kontak perkenalannya.

Tak ingin semut, batu, sandal, rambut masuk ke dalam mulut kubuatkan saja biskuit untuk tahap perkenalan pertamanya. Dengan bahan utama pisang dan oat, membuatnya merasa senang.

Bahannya:

  • 120 g bubur sereal bayi rasa pisang
  • 120 g oat dihaluskan 
  • 1 buah pisang matang dihaluskan
  • 2-3 sdm coconut oil
  • Air hingga mendapatkan adonan Cookies, tidak terlalu kering dan tidak pula terlalu lembek
  • 3 bh puree kurma (optional)
  • Sedikit bubuk kayu manis

Caranya:

Campur semua bahan menjadi satu. Pipihkan dan cetak sesuai keinginan.

Oven dengan panas 160 C selama 15-20 menit.

Ditata di atas loyang.

Simpan dalam wadah kedap udara.


Dia pun merasakan. Nyumm

Note: 

karena oat membuat karakter biskuit sedikit lebih keras, oat bisa digantikan dengan tepung gandum atau tepung terigu serbaguna dan penambahan cairan.

I’m Just A Motherย 

Aku sudah tak muda lagi.. Anakku sudah tiga.. Bukan lagi membicarakan baju ngetrend yang dipake artis sinetron atau cowok keren di kelas sebelah ๐Ÿ˜† bukan lagi..

Kadang aku bertanya apakah tagihan bulananku sudah terbayar atau anak-anakku sudah mengerjakan tugas hariannya?

  
Ini saat anak ketiga di dalam perut.

Tapi inilah saat membahagiakan dalam hidupku.. Saat melihat anak bayiku memandangku, saat anak pertama memeluk merindukanku, saat anak keduaku memakai sepatu kerjaku karena ingin seperti mamanya..

 


Bayiku bergerak saat mendengar dentingan suara gitar.

Apa lagi yang kuinginkan? Hanya bersama mereka kita berbahagia.

 
Dan hadiah terindah sampai dapat kudekap 

Aku tak mengkhawatirkan apakah mereka menjadi juara kelas, aku hanya ingin mereka mengerti akan banyak hal yang seharusnya.

 

Kuajarkan membuat kue kesukaannya. 

Jadilah sahabatku anak-anakku.. Jadilah seseorang yang istimewa di mata Penciptamu

 
Karena aku bahagia menjadi mama. 

Buku Cerita Bergambar

  
Erja, begitu panggilannya senang sekali berimajinasi berkelana dengan dunianya.. Kupikir-pikir seperti aku saat kukecil dahulu ๐Ÿ˜Š

Ide-ide lucu kadang muncul di pikirannya, seperti kali ini, dia membuat buku mini cerita bergambar.

Dia potong beberapa kertas folio hingga berukuran kecil, dia lipat seperti buku dan dijilid dengan stepler. Dia mulai menggambar dan membuat ide cerita tentang seorang anak yang senang berpetualang, dalam buku itu petualangan di sebuah taman bunga..

Kubantu membuat ceritanya dan membantunya mewarna. Gambarnya lucu sangat anak-anak, karena memang dia masih berumur 8 tahun. 

  
Nah itulah buku cerita bergambarnya yang mini itu.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜

DIY Super Easy Wayang Kertas

Dia tampak serius dengan kertasnya, dahinya mulai mengkerut bola matanya yang lebar berputar tanda mulai mencari inspirasi.

Dengan langkah lincahnya, dia mulai berlari ke sudut laci mengobrak-abrik seluruh isinya demi mendapatkan sebuah gunting, selotip, sedotan dan stik es krim yang sengaja pernah dia kumpulkan.

Tanpa suara, mukanya yang lucu mulai sedikit tambah lucu, kembali ke tempat uhmm lantai tepatnya tempat dia berkreasi. Dia mulai melipat kakinya, tangannya yang mungil mulai bekerja. Coret-coret di kertas, menggunting, dia raih sedotan, dia raih selotip dan.. Walllaaaa.. Kertas wayangnya siap dipentaskan.

IMG_2389.JPG

IMG_2394.JPG

IMG_2384.JPG

Dia mulai membuat panggung kardus untuk memainkan wayangnya.
Dan kita menonton dengan bahagia sekaligus bingung.. Cerita apa yang dia tayangkan?..
Umm but I’m proud ’bout her!
Love your kids.. ๐Ÿ˜‰